Sistem reproduksi pria yang sering berkembang
menjadi kanker seiring dengan bertambahnya usia adalah kelenjar prostat. Kelenjar
prostat pada laki – laki terletak pada pelvis di bawah vesica urinaria (kandung
kemih). Fungsi kelenjar prostat yaitu mensekresi cairan encer, seperti susu
yang mengandung ion sitrat, kalsium, ion fosfat, enzim pembeku, dan
profibrinolisin. Kelenjar prostat terbagi menjadi 3 zona yaitu:
1.
Zona sentralis
2.
Zona perifer
3.
Zona transisional
Kelainan
kelenjar prostat ada tiga macam yaitu:
1.
Radang (prostatitis)
2.
Hiperplasia nodular atau BPH (Benigna
Prostat Hipertrophi)
3.
Kanker prostat
Kanker prostat merupakan kanker yang berkembang pada
kelenjar prostat yang terdapat pada sistem reproduksi laki- laki. Pria yang
mempunyai risiko untuk terjadinya kanker prostat adalah usia, genetik, ras, dan
lain – lain. Peningkatan usia merupakan faktor risiko utama penyakit ini. Perkembangan
kelenjar prostat dipengaruhi oleh hormon androgen. Androgen berperan pada
perkembangan kelenjar prostat dan memengaruhi proliferasi, differensiasi, dan
fungsi dari sel – sel kelenjar prostat Penyebaran kanker prostat dapat melalui
limfe dan aliran darah. Kanker prostat terjadi karena akumulasi kerusakan DNA
oleh berbagai mekanisme, salah satunya akibat stres oksidatif. Stres Oksidatif
terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan. Kadar
radikal bebas meningkat pada usia tua, inflamasi kronis, dan pada kadar
antioksidan yang rendah. Antioksidan adalah zat yang memiliki kemampuan untuk
menetralisir radikal bebas. Antioksidan dibedakan menjadi 2, yaitu
1.
Antioksidan Endogen yang diproduksi oleh
tubuh
2.
Antioksidan Esensial yang diperoleh dari
asupan makanan terutama buah dan sayur
Gejala klinik penderita kanker prostat stadium
lanjut adalah nyeri, susah buang air kecil, problem saat mengadakan hubungan
seks, disfungsi ereksi. Pada stadium permulaan kanker prostat, biasanya tidak
menunjukkan adanya gejala klinik. Kebanyakan penderita baru datang pada stadium
lanjut. Pada kanker prostat stadium lanjut yang resisten terhadap pengobatan,
terdapat sinyal transduksi anti apoptotik. Diagnosis kanker prostat ditentukan
bila pada pemeriksaan colok dubur terdapat perabaan bagian kelenjar prostat
yang keras, bernodul, tidak rata atau asimetri, dengan pemeriksaan patologik,
Ultra sonografi transrectal, dan adanya peningkatan kadar PSA. Prostat
Spesific Antigen merupakan glikoprotein yang hanya terdapat dalam sel
epitel saluran kelenjar prostat dan tidak terdapat dalam jaringan atau sel
lain. Prostat Spesifik Antigen (PSA) merupakan antigen yang diekspresikan oleh
jaringan prostat normal dan kanker prostat. Kelenjar prostat maupun cairan
semen banyak mengadung PSA. Kadar PSA bermanfaat untuk diagnosa banding
adenocarsinoma pada pria dengan asal sel tumor primer yang tidak jelas.
Pencegahan kanker prostat dapat dilakukan dengan
pemberian antioksidan. Salah satu antioksidan kuat yaitu lycopene. Lycopene
merupakan isomer dari β-caroten yang memiliki sebelas ikatan rangkap
terkonjungasi dan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dari pada
antioksidan lain. Lycopene banyak terkandung didalam buah-buahan seperti tomat,
semangka, anggur dan jambu biji. Tomat memiliki kandungan lycopene yang paling
tinggi dibanding sayur atau buah lainnya.
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk menentukan pilihan pengobatan pada
penderita kanker prostat. Penggunaan terapi hormonal pada penderita kanker
prostat stadium II yang berusia lanjut harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin
mengingat adanya pengaruh terhadap kualitas hidup dan survival.
Perawat dalam merawat pasien kanker prostat dengan
keluhan dribbling dapat mengutamakan pemilihan kegel’s exercise sebagai
bentuk dari intervensi keperawatan yang berkaitan dengan latihan fisik, sehingga
dapat memberi efek positif bagi pasien dengan keluhan dribbling khususnya
pada manajemen pasien pasca operasi prostat. Latihan otot dasar pelvis atau Kegel’s
exercise yang dilakukan dengan benar dapat menguatkan otot dengan
meningkatkan resistensi uretra melalui penyokongan pada otot dasar pelvis yang
dilakukan secara berulang-ulang. Kegel’s exercise pada pasien dengan
keluhan dribbling dalam penelitian ini menunjukkan ada penurunan keluhan
dribbling. adanya riwayat infeksi dan jenis reseksi dapat menjadi acuan
peneliti berikutnya terhadap efektivitas pemberian latihan kegel’s exercise dini
sebelum dan sesudah operasi prostat
DAFTAR PUSTAKA
Kakiailatu, Frits A. 2003. “Peran Kelenjar Prostat
pada Pria Usia Lanjut”. Meditek. Vol 11 (28)
Chodidjah. 2009. “Aspek Imunologi pada Kanker
Prostat”. Vol XLIV (118)
Budirejeki, Made Tami., Sugiritama, I Wayan. “Peranan
Lycopene dalam Pencegahan Kanker Prostat”
Umbas, Rainy. 2009. “Penanganan Kanker Prostat
Stadium II pada Penderita Berusia 70 Tahun atau Lebih: Pengalaman Dua Rumah
Sakit Tersier di Jakarta”. Indonesian Jurnal of Cancer. Vol III (4)
Madjid, Abdul., Irawaty, Dewi et al. 2011. “Penurunan
Keluhan Dribbling Pasien Pasca Transurethral Resection of The Prostate Melalui
Kegel’s Excercise”. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol 14 (2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar