Senin, 16 November 2015

Kanker Prostat

Sistem reproduksi pria yang sering berkembang menjadi kanker seiring dengan bertambahnya usia adalah kelenjar prostat. Kelenjar prostat pada laki – laki terletak pada pelvis di bawah vesica urinaria (kandung kemih). Fungsi kelenjar prostat yaitu mensekresi cairan encer, seperti susu yang mengandung ion sitrat, kalsium, ion fosfat, enzim pembeku, dan profibrinolisin. Kelenjar prostat terbagi menjadi 3 zona yaitu:
1.                  Zona sentralis
2.                  Zona perifer
3.                  Zona transisional
Kelainan kelenjar prostat ada tiga macam yaitu:
1.                  Radang (prostatitis)
2.                  Hiperplasia nodular atau BPH (Benigna Prostat Hipertrophi)
3.                  Kanker prostat
Kanker prostat merupakan kanker yang berkembang pada kelenjar prostat yang terdapat pada sistem reproduksi laki- laki. Pria yang mempunyai risiko untuk terjadinya kanker prostat adalah usia, genetik, ras, dan lain – lain. Peningkatan usia merupakan faktor risiko utama penyakit ini. Perkembangan kelenjar prostat dipengaruhi oleh hormon androgen. Androgen berperan pada perkembangan kelenjar prostat dan memengaruhi proliferasi, differensiasi, dan fungsi dari sel – sel kelenjar prostat Penyebaran kanker prostat dapat melalui limfe dan aliran darah. Kanker prostat terjadi karena akumulasi kerusakan DNA oleh berbagai mekanisme, salah satunya akibat stres oksidatif. Stres Oksidatif terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan. Kadar radikal bebas meningkat pada usia tua, inflamasi kronis, dan pada kadar antioksidan yang rendah. Antioksidan adalah zat yang memiliki kemampuan untuk menetralisir radikal bebas. Antioksidan dibedakan menjadi 2, yaitu
1.                  Antioksidan Endogen yang diproduksi oleh tubuh
2.                  Antioksidan Esensial yang diperoleh dari asupan makanan terutama buah dan sayur
Gejala klinik penderita kanker prostat stadium lanjut adalah nyeri, susah buang air kecil, problem saat mengadakan hubungan seks, disfungsi ereksi. Pada stadium permulaan kanker prostat, biasanya tidak menunjukkan adanya gejala klinik. Kebanyakan penderita baru datang pada stadium lanjut. Pada kanker prostat stadium lanjut yang resisten terhadap pengobatan, terdapat sinyal transduksi anti apoptotik. Diagnosis kanker prostat ditentukan bila pada pemeriksaan colok dubur terdapat perabaan bagian kelenjar prostat yang keras, bernodul, tidak rata atau asimetri, dengan pemeriksaan patologik, Ultra sonografi transrectal, dan adanya peningkatan kadar PSA. Prostat Spesific Antigen merupakan glikoprotein yang hanya terdapat dalam sel epitel saluran kelenjar prostat dan tidak terdapat dalam jaringan atau sel lain. Prostat Spesifik Antigen (PSA) merupakan antigen yang diekspresikan oleh jaringan prostat normal dan kanker prostat. Kelenjar prostat maupun cairan semen banyak mengadung PSA. Kadar PSA bermanfaat untuk diagnosa banding adenocarsinoma pada pria dengan asal sel tumor primer yang tidak jelas.
Pencegahan kanker prostat dapat dilakukan dengan pemberian antioksidan. Salah satu antioksidan kuat yaitu lycopene. Lycopene merupakan isomer dari β-caroten yang memiliki sebelas ikatan rangkap terkonjungasi dan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dari pada antioksidan lain. Lycopene banyak terkandung didalam buah-buahan seperti tomat, semangka, anggur dan jambu biji. Tomat memiliki kandungan lycopene yang paling tinggi dibanding sayur atau buah lainnya.
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik  untuk menentukan pilihan pengobatan pada penderita kanker prostat. Penggunaan terapi hormonal pada penderita kanker prostat stadium II yang berusia lanjut harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin mengingat adanya pengaruh terhadap kualitas hidup dan survival.
Perawat dalam merawat pasien kanker prostat dengan keluhan dribbling dapat mengutamakan pemilihan kegel’s exercise sebagai bentuk dari intervensi keperawatan yang berkaitan dengan latihan fisik, sehingga dapat memberi efek positif bagi pasien dengan keluhan dribbling khususnya pada manajemen pasien pasca operasi prostat. Latihan otot dasar pelvis atau Kegel’s exercise yang dilakukan dengan benar dapat menguatkan otot dengan meningkatkan resistensi uretra melalui penyokongan pada otot dasar pelvis yang dilakukan secara berulang-ulang. Kegel’s exercise pada pasien dengan keluhan dribbling dalam penelitian ini menunjukkan ada penurunan keluhan dribbling. adanya riwayat infeksi dan jenis reseksi dapat menjadi acuan peneliti berikutnya terhadap efektivitas pemberian latihan kegel’s exercise dini sebelum dan sesudah operasi prostat

 DAFTAR PUSTAKA
Kakiailatu, Frits A. 2003. “Peran Kelenjar Prostat pada Pria Usia Lanjut”. Meditek. Vol 11 (28)
Chodidjah. 2009. “Aspek Imunologi pada Kanker Prostat”. Vol XLIV (118)
Budirejeki, Made Tami., Sugiritama, I Wayan. “Peranan Lycopene dalam Pencegahan Kanker Prostat”
Umbas, Rainy. 2009. “Penanganan Kanker Prostat Stadium II pada Penderita Berusia 70 Tahun atau Lebih: Pengalaman Dua Rumah Sakit Tersier di Jakarta”. Indonesian Jurnal of Cancer. Vol III (4)

Madjid, Abdul., Irawaty, Dewi et al. 2011. “Penurunan Keluhan Dribbling Pasien Pasca Transurethral Resection of The Prostate Melalui Kegel’s Excercise”. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol 14 (2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar